Kamis, 25 November 2010

Analisis laporan keuangan PT XLCOMINDO PRATAMA

TUGAS MID ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
PT XLCELCOMINDO PRATAMA
Tbk Tahun 2007-2009


Tugas ini di susun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan

Dosen pengampu :
Meika Riba’ati SE.MSi
Disusun oleh:
Eko Setiyanto 26.08.5.1.010

JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM
PRODI MANAJEMEN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA
2010
Tugas Analisis Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Neraca dan Rugi / Laba PT XL AXIATA ( PT EXCELCOMINDO)
Tahun 2007, 2008 dan 2009
Analisis per akun
Neraca
Untuk akun kas dan setara kas tahun 2009 mengalami penurunan, sedangkan pada tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding tahun 2007. hal ini dikarenakan oleh beberapa hal antara lain adalah :
Pada bank dalam bentuk rupiah juga mengalami peningkatan, meskipun ada beberapa penempatan pada bank dalam bentuk rupiah juga mengalami penurunan, misalakan saja dalam megalami peningkatan terjadi pada standard chartered bank yang semula hanya 30 pada tahun 2008 mengalami peningkatan tahun 2009 menjadi 4.049 dan pada tahun 2007 tidak ada penempatan pada standard chartered bank, dari hal ini dapat dilihat bahwa peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada standard chartered bank pada tahun 2007 sampai 2009, meskipun pada bank dalam bentuk dollar mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai 2009, misalkan pada standard chartered bank mengalami peningkatan.
Deposito berjangka dalam bentuk rupiah, dalam deposito berjangka dalam bentuk rupiah ini mengalami penurunan yang sangat signifikan yaitu pada tahun 2007 ke tahun 2008 pada (PT Bank UOB Indonesia & PT Bank Mega Tbk ) dan pada tahun 2009 mengalaami peningkatan, meskipun ada yang mengalami peningkatan juga akan tetapi lebih banyak yang mengalami penurunan, misalkan saja penempatan deposito pada PT Bank Central Asia, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk. Pada tahun 2009 tidak melakukan penempatan, dari hal ini dapat dikatakan bahwa penempatan deposito menurun,
Deposito berjangka dalam bentuk dollar, dalam deposito ini pada tahun 2009 selalu mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2008, dan pada tahun 2007 lebih rendah dibanding tahun 2008.
Dari beberapa alasan tersebut dapat diketahui bahwa kas dan setara kas pada tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding tahun 2009 dan tahun 2007, dan pada tahun 2009 megalami penurunan yang sangat signifikan terutama pada penempatan di bank-bank yang lebih spesifik lagi pada penempatan deposito, hal ini dikarenakan mungkin suku bunga pada tahun 2008 lebih tinggi atau lebih besar dibandingkan dengan suku bunga tahun 2009 yang hanya 4,75% - 8,00% untuk deposito rupiah dan 1,15% - 3,50% untuk deposito dollar yang mana pada tahun 2008 lebih tinggi yaitu sebesar 7,00% - 13,69% utuk deposito rupiah dan 1,00% - 7,00% untuk deposito dollar. Dengan adanya alasan atau penurunan suku bunga itu maka PT excelcomindo mengurangi atau bahkan tidak melakukan penempatan dalam bentuk deposito.
Untuk akun piutang usaha,
Untuk pihak ke 3, untuk piutang domestic megalami pasang surut dari tahun 2007-2009 hal ini dikarenakan pada tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding tahun 2007, dan pada tahun 2009 mengalami penurunan dibanding tahun 2008 di beberapa piutang pada PT yang bekerja sama dengan PT excelcomindo meskipun penurunannya tidak begitu signifikan, dan untuk pihak internasional juga mengalami penurunan bahkan tidak mempunyai piutang lagi kepada PT yang pada tahun 2008 dan 2007 mempunyai piutang, apabila dilihat dari angka memang mengalami penurunan akan tetapi apabila dilihat dari sisi resiko, maka perusahaan mengalami peningkatan untuk menanggulangi kemungkinan tidak diselesaikannya piutang karena semakin berkurang piutang maka semakin sedikit resikonya apabila piutang itu tidak terpenuhi atau terbayar.
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa, piutang ini juga mengalami penurunan dalam jumlah angka pada tahun 2009,dan mengalami peningkatan pada tahun 2008, akan tetapi mengalami peningkatan untuk menghindari resiko piutang yang tidak mampu dibayar pada tahun 2009.

Piutang pihak lain,
Pihak ke 3, untuk piutang ini mengalami penurunan pada tahun 2009, hal ini dikarenakan berkurangnya jumlah piutang pada beberapa PT yang bekerja sama dengan perusahaan.sedangkan pada tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding tahun 2007 Hal ini membuktikan adanya penurunan jumlah resiko pada tahun 2009 sedangkan pada tahun 2008 mengalami peningkatan jumlah resiko yang akan di terima atau dialami oleh PT excelcomindo.
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa, piutang ini mengalami penurunan jumlah piutang pada Axiata Group Berhad di tahun 2009, hal ini menunjukkan piutangnya Axiata Group Berhad sudah terbayarkan meskipun belum semua.
Persediaan, persediaan megalami penurunan yang signifikan pada tahun 2009 yang semula 100 lebih sekarang tidak mencapai atau tidak lebih dari 20, sedangkan tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding 2007 yang semula 50 menjadi 100 lebih, hal ini mungkin dikarenakan pada tahun 2009 lebih sedikit untuk persediaannya karena untuk persediaan tidak begitu bermanfaat bagi PT excelcomindo atau untuk disalurkan ke akun yang lain untuk meningkatkan keuntungan/ profit/ laba.
Pajak dibayar dimuka, pajak mengalami penurunan yang cukup tinggi hal ini dikarenakan pada tahun 2008 ada pajak pertambahan nilai dan sudah dibayar sedangkan pada tahun 2009 ada pajak pertambahan nilai tapi belum dibayar dan itu masuk utang pajak, dan pada tahun 2008 mengalami kenaikan pajak pertambahan nilai dibanding tahun 2007.
Uang muka dan beban di bayar dimuka, pada sisi ini mengalami peningkatan dari tahun 2007-2009.jumlah hal ini dikarenakan adanya peningkatan - peningkatan antara lain sewa dibayar dimuka, beban dibayar dimuka, yang mana dapat di ketahui bahwa ada kemungkinan dipergunakan untuk peningkatan perbaikan atau untuk pemeliharaan atau untuk sewa atau bahkan untuk pembayaran asuransi.
Piutang derevatif, piutang mengalami penurunan hal ini dikarenakan adanya penurunan pada kontrak berjangka di tahun 2009, sedangkan tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding 2007. kontrak SWAP valuta asing mengalami penurunan yang cukup signifikan, yang mana hal ini menunjukkan bahwa PT ini mempunyai resiko yang lebih tinggi pada tahun 2009 dibandingkan pada tahun 2008, karena mengalami penurunan lindungan apabila terjadi perubahan harga saham, komoditas, atau perubahan nilai tukar asing. Pada PT ini menggunakan SWAP yaitu transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan atau pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang di buat dan disepakati pada tanggal transaksi yang dilakukan. Yang mana fungsi derevatif adalah untuk pengambil alihan resiko jadi semakin besar piutang maka semakin besar pengambil alihan resikonya bagitu juga sebaliknya.
Asset lain-lain jangka pendek, asset lain - lain meningkat dikarenakan adanya kenaikan atau peningkatan piutang sewa pembiayaan dan sewaa dibayar dimuka pada tahun tersebut.
Jumlah asset lancar, untuk jumlah asset mengalami penurunan pada tahun 2009 hal ini dikarenakan adanya penurunan - penurunan pada asset - asset lancar misalkan piutang, persediaan. sedangkan tahun 2008 mengalami kenaikan dibanding 2007
Aktiva tetap, aktiva tetap mengalami peningkatan dikarenakan adanya penambahan - penambahan peralatan, perlengkapan, perabot dll. Meskipun juga ada penambahan akumulasi penyusutan.
Piutang derevatif, piutang mengalami penurunan hal ini dikarenakan adanya penurunan pada kontrak berjangka, dan kontrak SWAP valuta asing. Dan penurunannya cukup signifikan, yang mana hal ini menunjukkan bahwa PT ini mempunyai resiko yang lebih tinggi pada tahun 2009 dibandingkan pada tahun 2008, karena mengalami penurunan lindungan apabila terjadi perubahan harga saham, komoditas, atau perubahan nilai tukar asing. Pada PT ini menggunakan SWAP yaitu transakssi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan atau pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang di buat dan disepakati pada tanggal transaksi yang dilakukan. Yang mana fungsi derevatif adalah untuk pengambil alihan resiko jadi semakin besar piutang maka semakin besar pengambil alihan resikonya bagitu juga sebaliknya.untuk tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding tahun 2007.
Asset lain - lain jangka panjang, asset lain - lain meningkat dikarenakan adanya kenaikan atau peningkatan piutang sewa pembiayaan dan sewa dibayar dimuka pada tahun yang bersangkutan.
Jumlah asset tidak lancar, mengalami peningkatan daari 2007-2009.
Jumlah asset,untuk jumlah asset mengalami penurunan hal ini dikarenakan adanya penurunan - penurunan pada asset – asset lancar dan tidak lancar terutama piutang derevatif.
Pinjaman jangka pendek, pada tahun 2008 PT excelcomindo mendapatkan fasilitas kredit dari bank untuk pinjaman dan modal kerja, dan pada tahun 2009 tepatnya maret utang atau pinjaman itu sudah dilinasi dan pada tahun 2009 tidak meminjam lagi sehingga tidak ada penambahan utang.
Hutang usaha dan hutang lain - lain,
Pihak ke 3, hutang pihak ke 3 mengalami penurunan pada tahun 2009 dan itu bagus untuk perusahaan atau PT, hal ini terjadi karena adanya penurunan dalam pembelian aktiva tetap, dan berkurangnya hutang beban operasi.sebaliknya untuk tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding tahun 2007.
Pihak yang mempunyai hak istimewa, yang dimaksud disini adalah hutang interkoneksi dan jasa telekomunikasi, pada PT ini mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan utang pada Telkom Malaysia Berhad dan Etihat Etisalat.
Hutang pajak, hutang pajak mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan adanya peningkatan pajak atau peningkatan hutang pajak penghasilan badan terutama untuk pajak perseroan dan pajak pertambahan nilai, yang mana pada tahun2007 dan 2008 tidak ada dan pada tahun 2009 ada.
Beban yang masih harus dibayar,
Pihak ke 3, beban ini mengalami peningkatan jumlah pada tahaun 2009,sedangkan tahun 2008 mengalami penurunan di banding tahun 2007, hal ini dikarenakan adanya penambahan beban jasa telekomunikasi dan penambahan beban gaji dan kesejahteraan karyawan, sehingga menambah jumlah beban yang masih haris dibayar oleh perusahaan.
Pihak yang mempunyai hak istimewa, beban untuk yang mempunyai hak istimewa mengalami peningkatan sahingga menembah beban perusahaan pada tahun 2009.
Pendapatan tangguhan, pendapatan mengalami peningkatan yang mana akan mempengaruhi perusahaan karena pandapatannya belum bisa diambil atau belum bisa dimanfaatkan karena masih tangguhan.
Hutang derevatif, hutang mengalami peningkat dibanding dengan tahun 2008 yang mana tidak mempunyai hutang derevatif kontrak berjangka dan kontrak Swap valuta asing akan tetapi pada tahun 2009 mempunyai mempunyai hutang derevatif kontrak berjangka dan kontrak Swap valuta asing. Dan mempunyai bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun.
Bagian pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun, bagian jatuh tempo mengalami peningkatan dari tahun 2007-2009.
Bagian obligasi jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun, bagian jatuh tempo mengalami peningkatan pada tahun 2009 hal ini dikarenakan, adanya rencana perusahaan untuk membeli obligasinya yang masih beredar atau pembelian kembali obligasinya.sedangkan pada tahun 2008 mengalami penurunan dibanding tahun 2007.
Jumlah kewajiban lancar, kewajiban lancar meningkat pada tahun 2009 dibandingkan tahun 2008, hal ini dikarenakan adanya peningkatan kewajiban diantaranya hutang pajak, hutang derevatif, sedangkan untuk tahun 2008 mengalami penurunan dibanding tahun 2007.
Hutang usaha dan hutang lain-lain pihak ke 3, hutang usaha mengalami penurunan dari tahun 2007-2009 yaitu untuk hutang tidak lancar.
Pinjaman jangka panjang, pada tahun 2009 mengalami penurunan kewajiban pembayaran pinjaman jangka panjang, hal ini dikarenakan adanya atau sudah tidak lagi mempunyai kewajiban tidak lancar kepada beberapa perusahaan yang pada tahun 2008 masih harus memenuhi kewajiban tidak lancar.
Kewajiban pajak tangguhan, kewajiban pajak tangguhan dari tahun 2007- 2009 mengalami peningkatan hal ini dikarenakan adanya peningkatan perbedaan antara penyusutan dan amortisasi komersial dan fiscal.
Obligasi jangka panjang, obligasi jangka panjang megalami penurunan dari tahun 2007-2009 dikarenakan sudah membeli obligasi yang masih harus dibeli.Tinggal membeli sisa obligasi yang masih harus dibeli.
Hutang derevatif, hutang mengalami peningkat dibanding dengan tahun 2008 yang mana tidak mempunyai hutang derevatif kontrak berjangka dan kontrak Swap valuta asing akan tetapi pada tahun 2009 mempunyai mempunyai hutang derevatif kontrak berjangka dan kontrak Swap valuta asing .
Kewajiban diestimasi, kewajiban diestimasi mengalami peningkatan karena adanya peningkatan peningkatan imbalan pasca kerja dan estimasi kewajiban restorasi.
Jumlah kewajiban tidak lancar, kewajiban tidak lancar mengalami penurunan pada tahun 2008, hal ini dikarenakan adanya penurunan kewajiban - kewajiban tidak lancar. Dan untuk tahun 2009 mengalami peningkatan dibanding tahun 2008.
Modal saham, modal saham mengalami peningkatan pada tahun 2009 hal ini dikarenakan adanya peningkatan modal saham yang dibeli oleh indocel holding Sdn.Bhd.
Tambahan modal disetor, penambahan modal disetor mengalami peningkatan hal ini dikarenakan adanya penawaran umum perdana saham dan penawaran umum terbatas I saham, yang dilaksanakan pada bulan September 2005 dan pada bulan November 2009.
Saldo laba, saldo laba pada tahun 2008 sama dengan 2009 hal ini dikarenakan adanya cadangan wajib sekurang - kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dan pada tahun 2007 disepakati bahwa saldo modalnya 100, dan pada tahun berikutnya mengalami peningkatan.
Jumlah Ekuitas, jumlah ekuitas mengalami kenaikan karena adanya kenaikan tambahan modal disetor yaitu berasal dari penjualan saham pada tahun 2009. Untuk tahun 2008 mengalami sedikit penurunan dibanding tahun 2007.
Jumlah kewajiban dan ekuitas, pada tahun 2009 mengalami penurunan hal ini terjadi dikarenakan pada tahun 2009 kewajiban tidak lancar lebih sedikit dibanding dengan tahun 2008. Untuk tahun 2008 mengalami kenaikan yang cukup banyak dibanding tahun 2007.


Laporan rugi/laba
Pendapatan usaha bruto, pendapatan dari tahun 2007-2009 mengalami peningkatan hal ini dikarenakan karena adanya peningkatan pendapatan jasa telekomunikasi seluler dan peningkatan jasa interkoneksi ( meskipun kenaikan untuk jasa interkoneksi tidak begitu signifikan kenaikannya) dan juga peningakatan jasa telekomunikasi lainnya misalkan ; sewa menara.
Beban usaha,
Beban penyusutan, beban penyusutan dari tahun 2007-2009 megalami peningkatan karena adanya penambahan gedung sehingga penyusutanpun juga bertambah,
Beban infrastruktur, beban infrastruktur mengalami peningkatan yang cukupsignifikan hal ini terjadi dikarenakan karena adanya penigkatan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur, penigkatan beban utilitas, penigkatan beban sewa, dan beban lisensi dari perusahaan. Untuk lisensi mungkin misalkan lisensi 3G ataupun lisensi penambahan infrastruktur yang lain dan mungkin untuk pemeliharaan infrastruktur yang ada pada perusahaan.
Beban interkoneksi dan jasa telekomunikasi, beban ini mengalami pasang surut meskipun tidak begitu signfikan, hal ini terjadi karena beban jasa telekomunikasi lainnya labil. contohnya pada Telkom Malaysia Berhad.
Beban penjualan dan pemasaran, beban ini mengalami penurunan pada tahun 2009dikarenakan adanya penurunan beban komisi penjualan dan penurunan beban iklan dan promisi karena pada tahun 2009 promosi dan iklan tidak begitu gencar dibanding tahun 2008. Untuk tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding tahun 2007.
Beban gaji dan kesejahteraan karyawan, beban ini mengalami peningkatan dikarenakan adanya penigkatan jumlah gaji dan tunjangan, peningkatan pembayaran untuk program pension. Akan tetapi pada tahun 2009 tunjangan dan gaji untuk direksi dsan komisaris mengalami penurunan. Berbeda dengan tahun 2008 yang mengalami peningkatan dibanding tahun 2007.
Beban perlengkapan dan overhead, beban ini mengalami peningkatan dikarenakan adanya penyelesaian proses penjualan asset tetap tetentu yang berkaitan dengan aktivitas call centre pada bulan Mei, yang dilakukan dengan PT VADS Indonesia.
Beban lain-lain, beban ini mengalami penurunan dari tahun 2007-2009 karena adanya kemungkinan beban lain lain tahun.
Laba usaha, laba usaha mengalami penigkatan pada tahun 2009, hal ini dikarenakan adanya peningkatan pendapatan jumlah bruto pada perusahaan, meskipun ada juga peningkatan jumlah beban perusahaan. Untuk tahun 2008 mengalami penurunan yang sangat tipis dibanding tahun 2007.
Beban dan penghasilan lain,
Beban bunga, beban ini mengalami peningkatan dikarenakan adanya peningkatan jumlah fasilitas kredit untuk perusahaan yang bersangkutan yang di berikan oleh bank atau lembaga lain.
Penghasilan bunga, penghasilan ini megalami peningkatan pada tahun 2009 dikarenakan adanya peningkatan penempatan di bank atau ditempat lain. Untuk tahun 2008 mengalami penurunan dibanding tahun 2007
Keuntungan selisih kurs, keuntungan ini dikarenakan adanya penambahan investasi yang dilakukan oleh perusahaan.
Keuntungan dari transaksi sewa pembiayaan, keuntungan meningkat dikarenakan adanya peningkatan pembayaran di muka transaksi sewa pada tahun 2009.
Lain-lain, hal ini mengalami penurunan dikarenakan pada tahun-tahun sebelumnya perusahaan mengajukan permohonan keberatan kapada pengadilan pajak sedangkan pada tahun berikutnya belum ada keputusan dari DJP.
Laba rugi, pada tahun 2008 perusahaan mengalami kerugian hal ini dikarenakan adanya atau laba usaha (selisih pendapatan dengan beban usaha) lebih kecil dibandingkan dengan beban-beban lain sehingga perusahaan mengalami kerugian. Dan pada tahun 2008 juga tidak mendapatkan keuntungan dari transaksi sewa pembiayaan. Pada tahun 2009 perusaha memperoleh keuntungan hal ini dikarenakan kerana pada tahun tersebut laba usahanya lebih besar dari pada beban usaha, karena ada beberapa beban usaha yang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2008 misalkan beban pemasaran dan beban interkoneksi. Begitu jugu dengan tahun 2007 ke 2008.
Laba bersih, pada tahun 2009 perusahaan mengalami keuntungan bersih yang cukup signifikan dibanding tahun 2008 yang mengalami kerugian.sedangkan untuk 2008 mengalami kerugian dibanding tahun 2007.
Dari beberapa analisis diatas (per akun) dapat diketahui keadaan perusahaan apakah baik atau tidak. Setelah menganalisis per akun selanjutnya dibandingkan antara pendapatan dengan beban untuk mengetahui apakah kenaikan atau penurunan yang dialami perusahaan, dan apakah kenaikan itu lebih baik atau bahkan lebih buruk.

Analisis rugi laba dilihat dari sisi pendapatan dan beban.
Laba untuk tahun 2009, apabila di lihat dari pendapatan dan beban usaha maka labanya bagus karena mengalami peningkatan dan pada tahun 2009 juga mengalami penurunan untuk beban pemasaran dan beban interkoneksi hal ini menujukan bahwa penurunan proses pemasaran dan interkoneksi belum tentu membuat laba menjadi menurun, hal itu dibuktikan pada tahun 2009. Hal ini bisa terjadi mungkin karena beberapa factor yang salah satunya adalah pemakai atau konsumen sudah banyak mengenal produk. Dan dari laporan pada sisi beban infrastruktur mengalami peningkatan hal ini juga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan laba yang maksimum yaitu dengan cara memperbaiki dan meningkatkan fasilitas atau produk yang ada.
Pada tahun 2008 perusahaan mengalami kerugian atau penurunan, hal ini terjadi akibat sedikitnya pendapatan usaha dan pengeluaran atau beban usaha yang besar. Pada tahun ini jasa komunikasi lainnya yaitu untuk pandapatan sewa menara hanya mendapat sedikit dibandingkan dengan tahun 2009. Dan untuk pendapatan yang lain juga hanya mendapatkan sedikit dibandingkan dengan tahun 2009, meskipun juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2007.
Dilihat dari sisi kewajiban maka untuk tahun 2009 mengalami peningkatan atau membaik hal ini dapat dilihat bahwa kewajiban tidak lancar meningkat atau lebih sedikit dibandingkan tahun 2008, hal ini menunjukkan bahwa kewajiban semakin rendah dan tanggungan sudah berkurang. Meskipun untuk kewajiban lancarnya semakin bertambah dan penambahannya tidak begitu signifikan.
Analisis Rasio
Rasio Likuiditas
Current Rasio 2009 = (aktiva lancar)/(hutang lancar) x100
= 2.007.289/6.008.894 x 100
= 0,334053 → 33,4053 %
Current Rasio 2008 = (aktiva lancar)/(hutang lancar) x100
= 3.200.815/5.677.831 x 100
= 0,563739 → 56,3739 %

Quick Rasio 2009 = (aktiva lancar –persediaan )/(hutang lancar) x 100
= (2.007.289-19.886)/6.008.894 x 100
= 0,330744→ 33 %
Quick Rasio 2008 = (aktiva lancar –persediaan )/(hutang lancar) x 100
= (3.200.815-127.368)/5.677.831 x 100
= 0,541307 → 54,1 %

Cash Rasio 2009 = (cash+efek)/(hutang lancar) x 100
= 747.968/6.008.894 x 100
= 0,124477 → 12,4 %
Cash Rasio 2008 = (cash+efek)/(hutang lancar) x 100
= 1.170.203/5.677.831 x 100
= 0,2061 → 20,61 %

Rasio Solvabilitas
Total Debt to Equity Rasio 2009
= (total hutang)/(ekuitas pemegang saham) x 100
= 2.483.302/8.803.113 x 100
= 0,282 → 28,2 %
Total Debt to Equity Rasio 2008
= (total hutang)/(ekuitas pemegang saham) x 100
= 3.571.456/4.307.897 x 100
= 0,8290 → 82,90 %

Total Debt to Total Asset 2009
= (total hutang)/(total asset) x 100
= 2.483.302/27.380.095 x 100
= 0,09 → 9 %

Total Debt to Total Asset 2008
= (total hutang)/(total asset) x 100
= 3.571.456/28.392.965 x 100
= 0,1257 → 12,57%

Rasio Rentalibilitas
ROE 2009 = (laba setelah pajak )/(ekuitas pemegang saham) x 100
= (1.709.468 )/8.803.113 x 100
= 0,194 → 19,4 %
ROE 2008 = (laba setelah pajak )/(ekuitas pemegang saham) x 100
= (15109 )/4.307.897 x 100
= 0,003 → 0.3 %

ROA 2009 = (laba sebelum pajak )/(rata-rata total asset) x 100
= 2.350.266/27.886.530 x 100
= 0,084 → 8,4 %
ROA 2008 = (laba sebelum pajak )/(rata-rata total asset) x 100
= 75.209/28.392.965 x 100
= 0,0026 → 0,2 %

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar